3 Amalan Utama Pada 10 Terkhir Ramadhan

PEKANBARU – Saat ini kita sudah memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan. Fase di mana umat Islam mendambakan Lailatulqadar, malam yang lebih mulia dari 1.000 bulan. Ada tiga amalan utama yang dapat dihidupkan kaum muslim pada 10 hari terakhir Ramadan ini. Rasulullah SAW apabila memasuki 10 hari terakhir Ramadan beliau sangat bersungguh-sungguh beribadah melebihi hari-hari lainnya di bulan Ramadan.

1. Memperbanyak Sedekah Bersedekah di 10 hari terakhir Ramadan memiliki keutamaan luar biasa. Inilah kesempatan terbaik untuk mendapatkan ridha Allah dan ampunan-Nya. Rasulullah SAW adalah orang paling dermawan dan murah hati dan beliau semakin murah hati di bulan Ramadan.

عَنْ اَنَسٍ قِيْلَ يَارَسُولَ اللهِ اَيُّ الصَّدَقَةِ اَفْضَلُ؟ قَالَ: صَدَقَةٌ فِى رَمَضَانَ

Artinya: “Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?’ Rasulullah SAW menjawab: “Sedekah di bulan Ramadan.” (HR At-Tirmidzi)

Sedekah memiliki makna yang luas. Tidak hanya dalam bentuk uang, Memberi makan berbuka kepada orang yang berpuasa meskipun sebiji kurma termasuk sedekah.

من فطر صائما كان له مثل أجره ، غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيئا

Artinya: “Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikitpun mengurangi pahalanya.” (HR At Tirmidzi 807)

2. Memperbanyak Tilawah Al-Qur’an Amalan kedua di 10 hari terakhir adalah memperbanyak tilawah (membaca) Al-Qur’an. Ibadah ini dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja kecuali tempat-tempat yang dilarang. Jika membaca 1 huruf dari Al-Qur’an diganjar 10 kebaikan (rahmat) dari Allah, maka pada bulan Ramadan ganjarannya bisa berlipat ganda mencapai 700 kali lipat.

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس ، وكان أجود ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل ، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان فيُدارسه القرآن ، فالرسول الله صلى الله عليه وسلم أجودُ بالخير من الريح المرسَلة

Artinya: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al-Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah melebihi angin berembus.” (HR Al-Bukhari) Imam Syarafuddin An-Nawawi menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an di akhir malam lebih baik ketimbang awal malam. Syaikh Sayid Abu Bakar Syatha dalam I’anatut Thalibin menerangkan bahwa membaca Al-Qur’an pada malam hari lebih utama daripada siang hari karena lebih fokus dan lebih khusyu’.

3. Iktikaf Amalan berikutnya adalah iktikaf atau berdiam diri di masjid untuk beribadah. Dalam Shahih Muslim, Sayidah Aisyah menyaksikan Rasulullah SAW beribadah hingga menjelang Subuh. Dalam riwayat lain, beliau selalu membangunkan keluarganya pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Hal itu menunjukkan betapa istimewanya malam-malam tersebut. Rasulullah SAW juga mengencangkan ikat pinggangnya pada malam-malam dan fokus menjalankan qiyam Ramadan.

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ ابْنِ عُبَيْدِ بْنِ نِسْطَاسٍ يَعْنِي أَبَا يَعْفُورٍ، عَنْ مُسْلِمٍ، عَنْ مَسْرُوقٍ، عَنْ عَائِشَةَ تَذْكُرُ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَانَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ أَحْيَا اللَّيْلَ .وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ الْمِئْزَرَ. قَالَ سُفْيَانُ: وَاحِدَةٌ مِنْ آخِرِ وَجَدَّ

“Telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Ibnu Ubaid bin Nisthasin, yaitu Abu Ya’fur, dari Muslim dari Masyruq, dari Aisyah, pernah bercerita mengenai Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam: “Apabila telah memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan beliau selalu bangun malam dan membangunkan keluarganya, dan mengencangkan sarungnya”. Sufyan berkata: “Pada satu malam dari sepuluh hari terakhir tersebut beliau bersungguh-sungguh (dalam beribadah).” (HR Ahmad 23001) Dari Anas radhiyallahu ‘anhu mendengar Nabi bersabda: “Siapa yang beriktikaf sehari karena mengharapkan keridhoan Allah, maka Allah akan menjadikan tiga parit yang menghalanginya dari neraka. Setiap parit lebarnya melebihi dua ufuk langit.” (HR at-Thabrani, Al-Baihaqi dan Hakim) Rasulullah SAW juga mandi dan membersihkan diri, merapikan pakaian serta memakai wangi-wangian menjelang waktu Isya selama sepuluh hari terakhir Ramadan. Beliau juga memperbanyak doa 10 hari terakhir Ramadan.

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي ALLAAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN KARIIMUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ‘ANNII Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi Maaf dan Maha Pemurah, Engkau senang memaafkan, maka maafkanlah aku.”

sumber : SINDOnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *